Jumat, 22 Oktober 2010

Sepeda-sepeda terbaru

Polygon Keluarkan 20 Varian Sepeda Terbaru

SIDOARJO--MI: Polygon kembali meluncurkan 20 varian sepeda terbaru berbagai jenis yang didesain khusus untuk edisi 2011 mendatang. Beberapa varian terbaru ini meliputi sepeda jenis road, MTB (mountain bike), city bike, sepeda anak, dan sepeda khusus wanita.

Varian terbaru tersebut di antaranya adalah Helios 900 TTX (time trial), Helios 900X (road race), Cozmic RXX (MTB race), Collosus AXX (all mountain), Collosus DHX (downhill), Collosus FRX (freeride), New Collosus SXX (mountain bike crosscountry full suspension), dan New Collosus CRX (crosscountry full suspension). Selain itu, juga ada varian Polygon Celine yang didisain khusus untuk kaum hawa.

Peluncuran varian terbaru sepeda Polygon ini bersamaan dengan peresmian outlet Rodalink di Jalan Teuku Umar Nomor 202 Denpasar Bali pada Minggu (26/9). Outlet Rodalink di Bali merupakan outlet sepeda terbesar di Asia Tenggara dengan luas total 1.800 meter persegi.

Di dalam outlet tersebut dilengkapi fasilitas pumping track yang bisa digunakan pengunjung untuk mencoba sekaligus melatih kemampuan bersepedanya. Varian sepeda terbaru keluaran Polygon ini didesain khusus sesuai dengan medan jalanan.

Spesialisasi varian sepeda terbaru ini bukan hanya untuk medan jalanan datar, melainkan juga ada yang untuk medan tanjakan, pegunungan, bahkan hutan. Varian Collosus AXX, misalnya, bisa dipacu dengan kecepatan ekstra tinggi walaupun menuruni pegunungan. Demikian pula dengan jenis MTB lainnya didesain khusus bisa menaklukkan segala rintangan serta melakukan lompatan yang bisa memacu adrenalin pemakainya.

Selasa, 19 Oktober 2010

Perlengkapan sepeda

Helm. Anda memang tidak mungkin ngebut atau berzigzag, tapi tetap biasakan diri mengenakan helm, demi keamanan bila terjadi kecelakaan yang tak diinginkan. Helm bisa mengurangi kemungkinan cidera kepala dan otak lebih dari 80% pada kecelakaan. Australia dan Amerika Serikat bahkan sudah memiliki undang-undang yang mewajibkan pengendara bersepeda untuk memakai helm.

Kacamata hitam.
Sebaiknya memiliki lensa lebar untuk “menangkis” debu jalanan dan serangga. Pilih yang melindungi mata dari sinar ultraviolet (UV), UV-A dan UV-B. Hindari lensa berwarna biru karena tidak melindungi mata dari sinar UV. Uni Eropa menggunakan tanda CE untuk menunjukkan kacamata hitam yang memenuhi standar kesehatan.

Pakaian. Kenakan pakaian olahraga yang pas di badan dan nyaman. Termasuk, pakaian dalam, misalnya kenakan sport bra. Pilih pakaian dari bahan yang mudah menyerap keringat seperti katun. Untuk keamanan, kenakan pakaian berwarna terang sehingga terlihat orang lain.

Sarung tangan. Berfungsi mencegah kulit lecet akibat gesekan dengan kemudi sepeda. Selain itu, sekitar 25% ibu hamil menderita sindrom carpal tunnel atau sakit pada pergelangan tangan akibat menanggung beban lebih berat. Selalu gunakan sarung tangan untuk mengurangi kesemutan, mati rasa atau tangan pedih.

Jam tangan. Saat bersepeda, yang diukur bukannya jarak tempuh, melainkan waktu tempuh. Ibu hamil disarankan bersepeda 3 kali seminggu masing-masing selama 30 menit. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, bersepeda selama 30 menit bisa membantu tidur nyenyak, meningkatkan mood dan menambah energi.   

Botol minuman. Hindari dehidrasi karena kondisi ini memengaruhi kesehatan ibu hamil dan janin.  Minum 250-300 cc air putih sekitar setengah jam sebelum bersepeda. Lalu selama bersepeda, minum setidaknya setiap 10-15 menit sekali, dan setelah selesai bersepeda teguk 250-300 cc air putih lagi.

Sepatu. Sepatu membuat Anda menjejak dengan mantap, tidak seperti sandal yang licin. Sesuaikan tinggi sadel agar kedua telapak kaki bisa menjejak sempurna di tanah saat sepeda berhenti. Hampir 15% kecelakaan sepeda terjadi karena tidak mengenakan perlengkapan yang tepat, jadi selalu kenakan sepatu.

Sejarah sepeda

Sejarah sepeda bermula di Eropa. Sekitar tahun 1790, sebuah sepeda pertama berhasil dibangun di Inggris. Cikal bakal sepeda ini diberi nama Hobby Horses dan Celeriferes.




Keduanya belum punya mekanisme sepeda zaman sekarang, batang kemudi dan sistem pedal. Yang ada hanya dua roda pada sebuah rangka kayu. Bisa dibayangkan, betapa canggung dan besar tampilan kedua sepeda tadi. Meski begitu, mereka cukup menolong orang-orang – pada masa itu – untuk berjalan. Penemuan fenomenal dalam kisah masa lalu sepeda tercipta berkat Baron Karl Von Drais.



Von Drais yang tercatat sebagai mahasiswa matematik dan mekanik di Heidelberg, Jerman berhasil melakukan terobosan penting, yang ternyata merupakan peletak dasar perkembangan sepeda selanjutnya. Oleh Von Drais, Hobby Horse dimodifikasi hingga mempunyai mekanisme kemudi pada bagian roda depan. Dengan mengambil tenaga gerak dari kedua kaki, Von Drais mampu meluncur lebih cepat saat berkeliling kebun. Ia sendiri menyebut kendaraan ini dengan nama, Draisienne. Beritanya sendiri dimuat di koran lokal Jerman pada 1817.



Proses penciptaan selanjutnya dilakukan Kirkpatrick Macmillan. Pada tahun 1839, ia menambahkan batang penggerak yang menghubungkan antara roda belakang dengan ban depan Draisienne. Untuk menjalankannya, tinggal mengayuh pedal yang ada. James Starley mulai membangun sepeda di Inggris di tahun 1870. Ia memproduksi sepeda dengan roda depan yang sangat besar (high wheel bicycle) sedang roda belakangnya sangat kecil. Sepeda jenis ini sangat populer di seluruh Eropa. Sebab Starley berhasil membuat terobosan dengan mencipta roda berjari-jari dan metode cross-tangent. Sampai kini, kedua teknologi itu masih terus dipakai. Buntutnya, sepeda menjadi lebih ringan untuk dikayuh.



Sayangnya, sepeda dengan roda yang besar itu memiliki banyak kekurangan. Ini menjadi dilema bagi orang-orang yang berperawakan mungil dan wanita. Karena posisi pedal dan jok yang cukup tinggi, mereka mengeluhkan kesulitan untuk mengendarainya. Sampai akhirnya, keponakan James Starley, John Kemp Starley menemukan solusinya. Ia menciptakan sepeda yang lebih aman untuk dikendarai oleh siapa saja pada 1886. Sepeda ini sudah punya rantai untuk menggerakkan roda belakang dan ukuran kedua rodanya sama.



Namun penemuan tak kalah penting dilakukan John Boyd Dunlop pada 1888. Dunlop berhasil menemukan teknologi ban sepeda yang bisa diisi dengan angin (pneumatic tire). Dari sinilah, awal kemajuan sepeda yang pesat. Beragam bentuk sepeda berhasil diciptakan. Seperti diketahui kemudian, sepeda menjadi kendaraan yang mengasyikkan.
Di Indonesia, perkembangan sepeda banyak dipengaruhi oleh kaum penjajah, terutama Belanda. Mereka memboyong sepeda produksi negerinya untuk dipakai berkeliling menikmati segarnya alam Indonesia. Kebiasaan itu menular pada kaum pribumi berdarah biru. Akhirnya, sepeda jadi alat transpor yang bergengsi.

Pada masa berikutnya, saat peran sepeda makin terdesak oleh beragam teknologi yang disandang kendaraan bermesin (mobil dan motor), sebagian orang mulai tertarik untuk melestarikan sejarah lewat koleksi sepeda antik. Rata-rata, sepeda lawas mereka keluaran pabrikan Eropa. Angka tahunnya antara 1940 sampai 1950-an. Dan mereka sangat cermat dalam merawatnya.

Di masyarakat kita, sepeda lawas itu dikenal dengan beberapa sebutan, seperti ontel, jengki, kumbang dan sundung. Kalau jengki itu kan asalnya dari kata jingke (bahasa Betawi, artinya berjinjit), jadi waktu naiknya kita harus berjingke saking tingginya. Kalau ontel, ya artinya diontel atau dikayuh.


Sepeda ontel..

Sepeda jengki..

Sepeda kumbang..

Sepeda sundung.

Jumat, 15 Oktober 2010

Bersepeda


Bersepeda adalah sebuah kegiatan rekreasi atau olahraga, serta merupakan salah satu moda transportasi darat yang menggunakan sepeda. Banyak penggemar bersepeda yang melakukan kegiatan tersebut di berbagai macam medan, misalnya bukit-bukit, medan yang terjal maupun hanya sekedar berlomba kecepatan saja.
Olahraga bersepeda profesional dinamakan balap sepeda.
Orang yang mempergunakan sepeda sebagai moda transportasi rutin juga dapat disebut komuter. Penggunaan sepeda sebagai moda transportasi rutin tidak hanya dilakukan oleh pekerja yang bekerja di sektor non-formal, tetapi juga dilakukan oleh pekerja yang bekerja di sektor formal.
Para pekerja di sektor formal yang menggunakan sepeda sebagai moda transportasi rutin ini sebagian besar tergabung dalam komunitas pekerja bersepeda atau yang dikenal dengan nama Bike To Work Indonesia (B2W Indonesia).

Tips bersepada dengan benar

1. Safety Riding
Dimulai sebelum menggenjot sepeda. Artinya  persiapan sudah dilakukan sebelumnya. Pastikan kondisi sepeda baik dan terawat, gunakan alat keselamatan seperti helm dan lampu penerangan bila bersepeda malam hari. Kondisi sepeda yang baik didapat dari perawatan rutin yang kita lakukan sendiri atau dengan bantuan mekanik sepeda. Bersihkan sepeda dari lumpur/tanah maupun air hujan dan beri pelumas pada bagian yang bergerak. Jangan menyemprot dengan tekan air tinggi pada bagian-bagian bergerak seperti Bottom Bracket maupun Hub.
2.Cleat
Gunakan cleat pedal untuk mendapatkan kayuhan yang efisien. Kayuhan yang efisien artinya mengayuh tidak dengan patah-patah, harus dapat membuat pola melingkar yang smooth. kayuh kotak-kotak terjadi bila tidak mengunakan cleat. Untuk penggunaan cleat juga dibutuhkan sepatu khusus. Percaya atau tidak, dengan cleat efisiensi bisa mencapai 50 persen! Pengalaman teman saya yang beru mencoba menggunakan cleat, ternyata mudah dan tidak begitu menakurkan, 


3.Posisi Tubuh
Posisi tubuh yang baik adalah tidak terlalu membungkuk. Posisi membungkuk terjadi bila ukuran Frame sepeda terlalu besar atau jarak stem/stang terlalu jauh. Posisi membungkuk akan mengakibatkan tangan cepat kram dan lelah.
4. Posisi Kaki
Posisi kaki ketika mengayuh sepeda  harus dalam posisi/bentuk ideal, caranya dengan mengatur ketinggian seat postl. Posisi ideal yang dimaksud adalah , ketika kaki pada pedal diayunkan, ketika mencapai posisi pedal paling bawah , kaki agak menekuk sedikit membentuk sudut sedikit saja. Bila Kaki menekuk terlalu banyak maka seatpost telalu rendah dan dapat mengakibatkan keram pada paha depan, bila sudut kaki lurus atau hapir lurus, berarti seatpost terlalu tinggi dan dapat mengakibatkan keram pada betis belakang bawah

Kamis, 14 Oktober 2010

Tips dan trik bersepeda

Tips dan trik bersepeda di tanjakan



Bersepeda memang sangat menyenangkan, rute dan trek yang kita tempuh tentunya sangat beragam. Trek yang cenderung flat dan turun tentunya tidak memberikan banyak masalah bagi kebanyakan orang, akan tetapi bagaimana ketika kita menemui trek dengan medan tanjakan yang cukup ekstrim.
Zona sepeda kali ini memberikan tips dan trik untuk mengatasi kesulitan ketika kita bersepeda pada trak tanjakan (climb).
Persipan fisik yang matang dan kondisi sepeda yang fit tentunya menjadi hal pokok ketika kita bersepeda dimedan atau trek apapun baik flat trek (mendatar), descent (turunan) dan Climb (tanjakan).
Para penggemar Road bike (sepeda balap) tentunya bersepeda dijalan aspal yang cenderung halus, tidak menuntup kemungkinan para rider MTB juga bersepeda dijalan aspal untuk Cross Country atau keseharian dalam bersepeda baik untuk bekerja, sekolah ataupun sekedar berolahraga (fitness).
Medan aspal lebih cenderung digemari para roadbiker sedangkan medan offroad lebih cenderung untuk rider MTB, tips dan trik apakah yang tepat mengatasi medan tanjakan (climb) baik untuk road biker ataupun rider MTB.
Penyesuaian suspensi, teknik shifting (gigi transmisi), posisi ketinggian seatpost dan posi badan sangat menentukan kenyamanan kita ketika melibas tanjakan.
Penyesuaian Suspensi :
Tips ini untuk para rider MTB terutama cross country (XC) baik untuk medan aspal maupun offroad ringan. Ketika menghadapi tanjakan usahakan kunci (lock) suspensi depan anda agar tidak bekerja naik – turun.
Tips ini dengan tujuan ketika menanjak dan anda berdiri diatas sadel (sadle) untuk melakukan kayuhan pedal yang kuat, energi dan tenaga anda tidak terbuang percuma karena suspensi depan yang naik turun.
Suspensi yang static membuat energi ketika kita mengayuh sepeda dengan berdiri benar-benar tersalurkan secara menyeluruh pada crank.
Untuk sepeda MTB yang tidak mempunyai sistem lock, sebaiknya rider tidak dalam posisi berdiri ketika mengayuh pada tanjakan.
Untuk roadbiker penyesuaian suspensi tidak perlu karena fork depan sepeda balap sudah static.
Teknik Shifting
Tips ini berlaku untuk rider MTB maupun Roadbiker, shifting atau yang lebih dikenal dengan pemindahan gigi transmisi tentunya sudah akrab bagi anda penggemar olah raga sepeda. Shifter biasnya terletak pada handle bar (stang kemudi) sepeda kita. Shifter adalah perangkat yang terhubung dengan FD (front deraileur) dan RD (rear derailleur), FD dan RD inilah yang bertugas memidahkan gigi (chainrings) baik depan maupun belakang.
Shifting yang benar pada saat tanjakan tentunya akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi rider.
Untuk rider yang mempunyai power (tenaga) dan otot kaki yang kuat, tidak menjadi masalah menggunakan Chainring (gir) depan paling besar dan gir belakang paling kecil,  karena shifting dengan model ini akan memberikan akselari maksimum pada saat kita menganyuh sepeda.
Untuk rider pemula shifting dengan menggunakan chainring (gir) depan paling kecil  dan belakang paling besar, memberikan kenyamanan ketika mengayuh pedal. Konsekuensi teknik shifting seperti ini, sepeda berjalan pelan. Tips untuk teknik ini usakan untuk tidak berdiri diatas sadel akan tetapi percepat putaran kayuhan pedal rider.
Dengan berlatih dan kebiasaan bersepeda, kita akan menemukan sendiri kemampuan otot kaki kita ketika menghadapi medan tanjakan, semakin sering bersepeda dan berlatih ditanjakan rider dapat mengukur shifting pada gir berapa yang tepat untuk menghadapi climb trek.
Posisi ketinggian Seatpost dan Sadel (sadle)
Seatpost (dudukan sadel) tentunya tidak terpisahkan dengan sadel (tempat duduk rider). Energi dan tenaga rider ketika melewati trek menanjak (climb) banyak terkuras. Tips untuk pengaturan seatpost ketika melewati tanjakan adalah usakan seatpost pada posisi maksimum kayuhan rider.
Ukur panjang kaki rider dengan meteran dengan tujuan memperoleh hasil yang akurat, tarik meteran dari telapak kaki hingga pangkal selangka. Kemudian ukur panjang Crank leght (lengan crank), misal panjang kaki 75cm dan crank lengt 25cm total adalah 95cm.
Tarik keatas meteran dari poros BB (Buttom Bracket) hingga sadle, sesuaikan ketinggian sadle dengan ukuran yang sudah anda peroleh. Ukuran tersebut merupakan titik maksimum ketika kaki kita mengayuh sepeda.
Jika terasa kurang nyaman kurangi ketinggian seatpost, tetap diingat bahwa posisi kaki haruslah hampir lurus ketika anda naik diatas sadle dan telapak kaki dipedal arah pedal jam enam (180 derajat).
Tips pengaturan ketinggian seatpost tersebut bertujuan agar energi dan tenaga rider ketika menganyuh diatas sadle tidak terbuang percuma.
Posisi Rider (Berdiri dan Duduk)
Standing Up (berdiri)
Kelebihan :
- Otot kaki bekerja maksimal dan menyeluruh, tekanan tidak hanya pada satu otot.
- Diperlukan power yang besar, sehingga akselerasi pada saat tanjakan menjadi lebih mudah.
Kekurangan :
- Rider menggunakan lebih banyak energi, karena kaki menopang berat tubuh secara keseluruhan.
- Posisi berdiri ketika menanjak mengakibatkan rider tidak bisa berjalan pelan karena cenderung melakukan akselerasi cepat.
Sitting Down (Duduk)
Kelebihan :
- Posisi rider duduk diatas sadel tentunya membuat badan terasa lebih rileks (santai), karena energy tidak terkuras berlebih.
- Beban tubuh bertumpu pada sepeda bukan pada kaki, otomatis energy yang anda punya lebih hemat.
- Rider dapat mengatur ritme bersepeda, baik untuk akselerasi cepat maupun perlahan.
Kekurangan :
- Rider dapat merasakan sakit yang berulang-ulang pada satu otot ketika trek tanjakan.
Pada dasarnya posisi duduk ketika bersepeda di medan tanjakan lebih baik dibandingkan ketika kita berdiri, energi yang kita keluarkan lebih sedikit dibandingkan posisi berdiri (standing-up).
Ketika rider melewati tanjakan yang tinggi, rider dapat mengkombinasikan 2 metode tersebut.
Posisi berdiri yang singkat ketika tanjakan tajam dapat menaikan ritme kayuhan sepeda kita.
Fokuskan posisi berdiri kita ketika mengayuh pada putaran crank, tips ini dapat menjaga tubuh tetap santai.
Kondisi sepeda yang prima juga sangat menentukan kesukseskan kita ketika melibas trek tanjakan. Berikan pelumas pada bagian pedal dan crankset.
Untuk roadbiker posiskan lengan tangan pada handle bar bagian atas dan usahankan lengan tangan tetap pada posisi santai.